GERHANA BULAN TOTAL sabtu 10 Desember 2011
APABILA langit pada Sabtu malam nanti cerah, masyarakat Indonesia akan disuguhi fenomena alam gerhana bulan total. Fase peristiwa gerhana terakhir pada tahun ini akan terjadi pada Sabtu (10/12/2011) mulai pukul 18.33 sampai 00.30. Gerhana ini cukup istimewa sebab menjadi gerhana bulan total terakhir pada tahun 2011.
Kepala Observatorium Bosscha, Hakim Luthfi Malasan, mengatakan puncak gerhana bulan total, yaitu ketika bayangan bumi menutupi seluruh bulan, akan terjadi pada pukul 21.06 sampai 21.57 atau selama 51 menit 8 detik.
“Gerhana akan terlihat di seluruh Indonesia. Tapi, yang paling jelas bisa disaksikan di Indonesia bagian barat. Bulan saat itu akan mulai terbit dari timur menuju utara. Pada ketinggian 22 derajat di atas garis horizontal,” ujarnya saat ditemui di Observatorium Bosscha, Jumat (9/12/2011).
Tahun ini, kata Hakim, terjadi dua kejadian gerhana bulan total yang terlihat di Indonesia. Gerhana bulan total pertama terjadi pada Juni lalu dan berlangsung setelah tengah malam. Kali ini, gerhana bulan total akan terjadi pada malam Minggu, sebelum tengah malam.
Karenanya, masyarakat bisa menyaksikannya sebelum tidur atau ketika menikmati akhir pekan di luar bersama keluarga atau kerabat.
Seperti gerhana bulan lainnya, bulan akan tertutup bayangan bumi yang berwarna merah pekat. Hakim mengatakan sebagian masyarakat melihat bayangan tersebut berwarna hitam.
Namun, sebenarnya warna tersebut adalah merah kehitaman karena ada cahaya matahari yang terbiaskan oleh atmosfer bumi dan ikut mewarnai bayangan tersebut.
Pada peristiwa ini, bulan tidak melintasi pusat bayangan bumi sehingga gerhana akan lebih cepat berlalu jika dibandingkan dengan gerhana bulan total pada Juni yang berlangsung selama 101 menit.
Gerhana bulan terjadi akibat bulan, bumi, dan matahari berada pada satu garis lurus secara berurutan. Posisi bulan kebanyakan tidak terlalu berada pada garis yang benar-benar sejajar dengan bumi dan matahari sehingga terkadang terjadi gerhana bulan sebagian atau total.
Seperti fenomena hujan meteor, penampakan komet, dan fenomena astronomi lainnya, kata Hakim, gerhana bulan total hanya bisa dilihat oleh mata telanjang atau teleskop apabila langit malam tidak tertutup awan.
Meski demikian, masyarakat yang sangat ingin melihat proses gerhana tetapi tidak bisa melihatnya karena awan menutupi langit di daerahnya, masyarakat masih bisa menyaksikan fenomena alam tersebut melalui video streaming yang bisa diakses melalui situs Bosscha di www.bosscha.itb.ac.id.
Bekerja sama dengan Kemenkominfo, ujar Hakim, Bosscha melakukan pengamatan gerhana di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Yogyakarta, Mataram, Pekanbaru, dan Bandung.
Karena itu, jika di Bandung langitnya tertutup awan, masyarakat bisa menyaksikan gerhana bulan melalui video streaming yang diambil dari kota-kota lainnya yang bisa saja langitnya lebih cerah melalui situs tersebut.
Menurut data yang dihimpun Observatorium Bosscha, sepanjang tahun ini terjadi dua gerhana bulan total dan empat gerhana matahari sebagian. Dua gerhana bulan total dapat disaksikan dari wilayah Indonesia, tetapi empat gerhana matahari sebagian tidak bisa terlihat dari wilayah Indonesia.
Empat gerhana matahari tersebut, menurut dia, hanya terlihat di belahan bumi utara. Baru pada 2016, kata Hakim, gerhana matahari total akan bisa disaksikan di Indonesia.
Astronom Ma’rufin Sudibyo dalam posting di jejaring sosialnya, Minggu (4/12/2011), seperti dikutip kompas.com, mengatakan, ada yang unik dari gerhana kali ini. Saat totalitas terjadi, bulan akan tampak berada di depan Bimasakti. Jadi, jika dilihat, di belakang bulan berdarah akan tampak kabut tipis.
Bimasakti adalah galaksi tempat bumi bernaung. Ma’rufin mengatakan, Bimasakti juga “monster” yang telah menelan galaksi-galaksi kecil lain serta merupakan salah satu galaksi tertua di semesta.
Bulan berdarah juga akan memiliki beberapa pendamping malam Minggu nanti. Salah satunya Yupiter, yang sejak beberapa waktu lalu terus-menerus tampak dan bisa dilihat dengan mata telanjang.
Selain itu, bintang Sirius yang menjadi bintang paling terang setelah Matahari juga akan terlihat. Ada juga gugus tujuh bintang bersaudara atau Pleiades. Galaksi Awan Magellan Kecil dan Besar juga akan terlihat.
Semua benda langit yang terlihat saat gerhana menjanjikan pemandangan yang menarik pada malam Minggu nanti. Akan tetapi, semua bisa lenyap tak terlihat jika langit berawan dan hujan. Jadi, berdoa saja hal itu tak terjadi. (*)
(Ref: http://bangka.tribunnews.com/2011/12/10/malam-ini-gerhana-bulan-total)
JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT
1. Golongan Yang Selamat ialah golongan yang setia mengikuti manhaj Rasulullah dalam hidupnya, serta manhaj para sahabat sesudahnya.
Yaitu Al-Qur’anul Karim yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, yang beliau jelaskan kepada para sahabatnya dalam hadits-hadits shahih. Beliau memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh kepa-da keduanya:
“Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan ter-sesat apabila (berpegang teguh) kepada keduanya, yaitu Kita-bullah dan Sunnahku. Tidak akan bercerai-berai sehingga kedua-nya menghantarku ke telaga (Surga).” (Di-shahih-kan Al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’)
2. Golongan Yang Selamat akan kembali (merujuk) kepada Kalamullah dan RasulNya tatkala terjadi perselisihan dan pertentangan di antara mereka, sebagai realisasi dari firman Allah:
“Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembali-kanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibat-nya.” (An-Nisaa’: 59)
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisaa’: 65)
3. Golongan Yang Selamat tidak mendahulukan perkataan se-seorang atas Kalamullah dan RasulNya, realisasi dari firman Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguh-nya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hu-jurat: 1)
Ibnu Abbas berkata:
“Aku mengira mereka akan binasa. Aku mengatakan, ‘Nabi r bersabda, sedang mereka mengatakan, ‘Abu Bakar dan Umar berkata’.” (HR. Ahmad dan Ibnu ‘Abdil Barr)
4. Golongan Yang Selamat senantiasa menjaga kemurnian tauhid.
Mengesakan Allah dengan beribadah, berdo’a dan memohon per-tolongan –baik dalam masa sulit maupun lapang–, menyembelih kur-ban, bernadzar, tawakkal, berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah dan berbagai bentuk ibadah lain yang semuanya menjadi dasar bagi tegaknya Daulah Islamiyah yang benar. Menjauhi dan membas-mi berbagai bentuk syirik dengan segala simbol-simbolnya yang ba-nyak ditemui di negara-negara Islam, sebab hal itu merupakan kon-sekuensi tauhid. Dan sungguh, suatu golongan tidak mungkin menca-pai kemenangan jika ia meremehkan masalah tauhid, tidak memben-dung dan memerangi syirik dengan segala bentuknya. Hal-hal di atas merupakan teladan dari para rasul dan Rasul kita Muhammad .
Read more…
7 alasan belajar bahasa arab
Sesungguhnya Allah swt telah memilih bahasa Arab sebagai bahasa penutup risalah-Nya (wahyu-Nya). Hal ini telah dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an dalam banyak tempat dan secara jelas bahwasanya risalah-Nya yang terakhir diturunkan dalam bahasa Arab. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al–Qur’an berupa al–Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf:2).
Sesungguhnya umat Islam di zaman-zaman awal sudah merasakan manfaat yang sangat besar dari bahasa Arab tersebut dan banyak sekali tujuan-tujuan mulia terwujud dengan perantara bahasa Arab. Tidaklah bahasa Arab sebagai bahasa risalah (wahyu) semata dan pada saat tersebutlah umat Islam menjadi umat yang sangat mulia dan sejahtera
Pada zaman kita banyak sekali perhatian orang-orang Arab dan kaum muslim terhadap belajar dan mengajarnya (bahasa Arab), perhatian umat muslim baik dahulu ataupun sekarang dikarenakan beberapa sebab:
1. Bahasa Arab merupakan bagian dari agama ini. Telah berkata Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Merupakan sesuatu yang sudah diketahui bersama bahwasanya belajar dan mengajarkan bahasa Arab hukumnya fardhu kifayah” dan beliau juga berkata, “Sesungguhnya bahasa Arab merupakan bagian dari agama dan mengetahuinya wajib, karena memahami Al-Qur’an dan sunnah wajib. Dan keduanya tidak dapat dipahami kecuali dengan bahasa Arab dan apa yang suatu kewajiban tidak akan terwujud kecuali dengannya maka sesuatu itu menjadi wajib.”
Ibadah-ibadah baik shalat, do’a, membaca Qur’an serta banyak sekali syi’ar-syi’ar Islam akan terpenuhi dan sempurna dengan mempelajari bahasa Arab.
Read more…
RINGKASAN ZAKAT HEWAN TERNAK
RINGKASAN ZAKAT HEWAN TERNAK
Tabel Zakat
No. Jenis Harta Nishab Kadar Zakat
A. Zakat Harta Benda 2,5%
1 Emas 85 gram 2,5%
2 Perak 595 gram 2,5%
3 Uang, senilai 85 gram emas 2,5%
4 Logam mulia, senilai 85 gram emas 2,5%
B. Zakat Perdagangan
1 Perdagangan, toko dll 85 gram emas 2,5%
2 Industri 85 gram emas 2,5%
3 Real Estate 85 gram emas 2,5%
4 Jasa 85 gram emas 2,5%
5 Pertanian, perkebunan dll 85 gram emas 2,5%
6 Pendapatan (gaji, bonus) dll 85 gram emas 2,5%
No. Jenis Harta Nishab Kadar Zakat keterangan
Zakat Binatang
1 Unta 5 s/d 9 ekor 1 kambing umur 2 tahun
Selanjutnya, setiap 10 s/d 14 ekor 2 kambing umur 2 tahun
Kelipatan 40 ekor 15 s/d 19 ekor 3 kambing umur 2 tahun
Zakatnya adalah satu 20 s/d 24 ekor 4 kambing umur 2 tahun
Ekor unta berusia 2 25 s/d 35 ekor 1 unta betina umur 1 tahun
Tahun, dan setiap 36 s/d 45 ekor 1 unta betina umur 2 tahun
Kelipatan 50 ekor 46 s/d 60 ekor 1 unta betina umur 3 tahun
Zakatnya adalah 1 61 s/d 75 ekor 1 unta betina umur 4 tahun
Ekor unta berusia 3 76 s/d 90 ekor 2 unta betina umur 2 tahun
tahun 91 s/d 120 ekor 2 unta betina umur 3 tahun
2 Sapi, Kerbau dan Kuda 30 s/d 39 ekor 1 ekor umur 1 tahun
Selanjutnya, setiap Kelipatan 40 40 s/d 59 ekor 1 ekor umur 2 tahun
ekor Zakatnya adalah satu Ekor 60 s/d 69 ekor 2 ekor umur 1 tahun
sapi berusia 2 Tahun, dan setiap 70 ekor 1 ekor dan umur 1 tahun
Kelipatan 30 ekor Zakatnya adalah 1 ekor umur 2 tahun
1 Ekor unta berusia 1 tahun
3 Kambing 40 s/d 120 ekor 1 ekor umur 2 tahun
Selanjutnya, setiap kelipatan 100 121 s/d 200 ekor 2 ekor umur 2 tahun
Ekor, zakatnya bertambah satu 201 s/d 399 ekor 3 ekor umur 2 tahun
ekor 400 s/d 499 ekor 4 ekor umur 2 tahun
500 s/d 599 ekor 5 ekor umur 2 tahun
Adab seorang pelajar dan muallim
AKHLAK DALAM THOLABUL ILMI
Kebutuhan hati dan akal kita terhadap ilmu seperti kebutuhan badan kita terhadap gizi dan makanan, bahkan lebih dari itu. Pasalnya setiap aktifitas yang kita lakukan harus berdasarkan pada ilmu. Sebagaimana perkataan Imam Ahmad rohimahullah : “kebutuhan manusia akan ilmu itu lebih dari kebutuhan mereka terhadap makanan atau minuman, sebab kebutuhan pada keduanya sehari cukup satu sampai dua kali sedang kebutuhannya akan ilmu sejumlah bilangan keluar masuk nafasnya”.
Terutama terhadapa ilmu syar’ie, yang mana hati manusia akan menjadi kering, gersang dan bahkan mati jika tidak pernah mendapatkan konsumsi ilmu tersebut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman di dalam al qur’an surat al an’am : 102
“ Dan apakah orang yang sudah mati (hatinya) kemudian kami hidupkan dan kami berikan kepadanya cahaya yang terang yang dengan cahaya itu ia dapat berjalam di tengah-terngah manusia serupa dengan orang-orang yang keadaanya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah kami jadikan orang kafir memandang baik apa yang mereka kerjakan”.
Karena begitu urgen dan vitalnya esensi ilmu tersebut (terutama ilmu syar’ie), maka untuk mendapatkannya tidaklah dengan mudah, karena tujuan dari ilmu tersebut tidaklah sebatas untuk dikonsumsi dan ditrasfer oleh otak kita saja, akan tetapi juga oleh hati. Ilmu ini juga akan membuahkan amal dalam kehidupan riel / nyata, sebagaimana generasi para sahabat yang mereka dapat mengaplikasikan esensi dan kandungan dalam al qur’an sehingga mereka berpredikatkan sebagai al qur’an yang berjalan.
Maka seorang tholibul ilmi untuk mendapatkan ilmu tersebut harus memenuhi etika dan adab-adabnya sebagaimana para salaf telah memberikan tauladan yang baik bagi kita.
Ikhwanifillah, berkenaan dengan masalah adab dalam tholabul ilmi pada hari ini kita dihadapkan pada sesuatu dilema di dalamnya, pasalnya di satu pihak ada orang yang begitu cuek dengan masalah ini atau mereka tidak begitu memperhatikan dengan masalah ini seperti terjadi pada pondok-pondok yang notabene disebut sebagai pondok madern ataukah permasalahan dalam tholabul ilmi itu seperti yang kita saksikan pada kebanyakan pondok-pondok yang berbau sufiisme yang notabene mereka mengaku sebagai pondok salafy. Yang mereka begitu menjunjung adab dalam thalabulilmi, mereka menempatkan syekhnya pada manzilah yang sangat istimewa yang tidak ada yang dapat membantah perkataannya itu semua mereka tujukan untuk menghormati syekh mereka padahal apa-apa yang mereka lakukan sarat dengan kebid’ahan dan kesyirikan.
MACAM-MACAM ILMU
Ibnu Taimiyah rohimahullah membagi ilmu yang bermanfaat menjadi dasar hikam dan merupakan salah satu bidang penyanggahnya, menjadi tiga bagian. Beliau berkata :” ilmu yang terpuji telah disebutkan oleh al kitab dan as sunah ialah ilmu yang diwariskan para nabi “ yang demikian itu sesuai dengan sabda Rasulullah ShallAllahu ‘Alaihi Wasallam :
إن الأنبياء لم يرثوادرهما وإنما ورثوا العلم فمن أخذه بحظ وافر
Artinya : sesungguhnya para nabi itu tidak mewariskan dirham atau dinar, tetapi mereka mewariskan ilmu, barang siapa yang telah mendapatkan ilmu tersebut berarti dia telah mendapatkan bagian yang banyak dari harta warisan peninggalan para nabi”
Dan ilmu yang diwariskan para nabi itu ada tiga macam:
1. ilmu tentang Allah, asma’ dan sifat-Nya serta hal-hal yang berhubungan dengannya, sebagai contoh : Allah ta’alla menurunkan surat al ikhlas dan ayat kursi serta ayat-ayat yang lain.
2. Ilmu tentang apa-apa yag telah dikabarkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengenai perkara-perkara yang telah lalu dan yang akan datang, juga apa-apa yang bakal terjadi dimasa mendatang. Sebagai contoh dari ilmu ini Allah Ta’ala menurukan ayat-ayat yang berisikan cerita-cerita (al qoshos), janji, ancaman, sifat surga dan neraka dan lain sebagainya.
3. ilmu tentang perintah Allah ta’ala, termasuk di dalamnya ilmu yang berkaitan hati dan jawarih, yaitu iman kepada Allah Ta’ala, mengetahui hakekat hati, dan keadaannya. Serta keadaan organ tubuh, ucapan dan perbuatanya, masuk dalam kategori ilmu ini ilmu tentang dasar-dasar iman dan Islam, ilmu tentag aqwal (ucapan) dan af’al (perbuatan) yng dlohir, dan ilmu yang mencakup dalam kitab-kitab fiqh yaitu ilmu tentang hukum perbuatan dhohir, ilmu-ilmu ini adalah seperempat dari ilmu dien.
BERAMAL DENGAN ILMU
Read more…
EUTHANASIA PASIF DALAM TIMBANGAN SYAR’I
EUTHANASIA PASIF DALAM TIMBANGAN SYAR’I
Oleh kafa najeha
Euthanasia dalam bahasa lain qatl ar-rahma atau taisir al-maut ialah tindakan memudahkan kematian atau mengakhiri hidup seseorang dengan sengaja tanpa merasakan sakit, karena kasihan untuk meringankan penderitaan si sakit.
Tindakan ini dilakukan terhadap penderita penyakit yang tidak mempunyai harapan sembuh (hopeless). Eutanasia dapat dilakukan dengan memberikan obat-obatan tertentu atau dengan menghentikan pengobatan maupun alat Bantu hidup yang sedang dilakukan. Dengan demikian euthanasia sebenarnya merupakan pembunuhan, yang diminta atau mendapat persetujuan dari pihak pasien ~bila sadar~ dan keluarganya.
Dalam praktik kedokteran dikenal dua macam euthanasia yaitu, euthanasia pasif dan euthanasia aktif. Yang dimaksud dengan euthanasia aktif ialah tindakan dokter mempercepat kematian pasien dengan memberikan suntikan ke dalam tubuh pasien tersebut. Biasanya suntikan dilakukan pada saat keadaan penyakit pasien sudah sangat parah atau sudah sampai pada stadium akhir, yang menurut perkiraan/perhitungan medis sudah tidak mungkin lagi bisa sembuh atau bertahan lama.
Sedang euthanasia pasif adalah tindakan dokter berupa penghentian pengobatan pasien yang menderita sakit keras, yang secara medis sudah tidak mungkin lagi dapat disembuhkan. Penghentian pemberian obat ini berakibat mempercepat kematian pasien. Alasan yang lazim dikemukakan ialah karena keadaan ekonomi pasien yang terbatas, sementara dana yang dibutuhkan untuk biaya pengobatan cukup tinggi, sedangkan fungsi pengobatan menurut perhitungan dokter sudah tidak efektif lagi.
Ada lagi upaya lain yang bisa digolongkan dalam euthanasia pasif, yaitu upaya dokter menghentikan pengobatan terhadap pasien yang menurut penelitian medis masih mungkin bisa sembuh. Umumnya alasannya adalah ketidakmampuan pasien dari segi ekonomi padahal biaya pengobatannya yang dibutuhkan sangat tinggi.
‘Shuwar’ euthanasia pasif
Kedermawanan Khodijah
Sifat Kedermawanan Khodijah Radhiyaallahu anha
Abu Ja’far Ath-Thabari, Ibnu Katsir, dan Ibnu Sayidin Nas meriwayatkan dari Ma’mar dari Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri, ia berkata, “Tatkala beliau tumbuh dewasa dan mencapai usia baligh, namun tidak memiliki harta yang cukup, Khadijah mengupahnya untuk menjualkan barang dagangannya ke pasar Khubasyah, sebuah pasar di daerah Tihamah. Ada seorang laki-laki Quraisy yang lain yang juga membawa barang dagangan Khudajah bersama beliau . Beliau mengisahkan tentang Khadijah ini, “Saya tidak pernah melihat seorang wanita pemilik modal yang lebih baik dari Khadijah. Setiap kali saya dan kawan saya pulang dari berdagang, kami selalu mendapati senampan makanan yang telah ia siapkan untuk kami.”
Khadijah mulai merasakan kejujuran amanah dan kemuliaan akhlak Muhammad . Maka ia pun semakin memperbanyak jumlah upah untuk beliau . Ketika beliau mencapai usia 25 tahun, beliau dipercaya membawa barang dagangan Khadijah ke Syam bersama seorang pembantu Khadijah yang bernama Maisarah. Di Syam, beliau menjual barang-barang Khadijah dan sebagai gantinya membeli barang-barang yang akan dibawa ke Makkah. Beliau meraih keuntungan yang berlipat dari keuntungan Khadijah sebelumnya. Beliau kemudian kembali ke Makkah dan menyerahkan seluruh harta dan keuntungan tersebut kepada Khadijah dengan sikap amanah yang sempurna. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjaga beliau dalam perlindungan-Nya, sehingga selain mempunyai kebaikan yang banyak, perjalanan ke Syam ini mempunyai pengaruh yang penuh berkah bagi kehidupan beliau sendiri.
Setelah sampai di Makkah, Maisarah mulai menceritakan kemuliaan akhlak, kebaikan pergaulan, dan kebesaran amanah Muhammad yang ia saksikan sendiri. Bahkan ia juga menceritakan beberapa tanda kenabian yang ia rasakan dan lihat langsung dengan kedua matanya. Banyak sekali sifat-sifat beliau . yang ia lihat selama dalam perjalanan. Ia menceritakan kesaksiannya kepada Khadijah dengan jujur. Khadijah sendiri amat senang dengan sifat amanah dan kejujuran beliau , juga berkah dan laba perdagangan yang diperolehnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan kemuliaan serta memberikan kebaikan pada diri Khadijah dengan menumbuhkan dalam jiwanya sebuah keinginan mulia yang penuh berkah yang akan menjadikannya sebagai seorang yang meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.